Serangan udara rezim Zionis Israel di Ghaza membuat anak-anak Palestina tertekan dari segi psikis dan mereka merasa terganggu dengan tekanan tersebut.
Menurut penelitian tersebut, 90 persen anak-anak Ghaza ketakutan mendengar suara-suara kencang ledakan bom yang mereka dengar setiap hari saat penyerangan.
Selain itu 60 persen di antara mereka menderita gangguan tidur dan selalu mimpi buruk. Bocah-bocah yang mengalami gangguan tidur umumnya antara usia 13 hingga 17 tahun.
Selain gangguan tidur, mereka juga menderita gangguan dalam berkonsentrasi.
Penelitian tersebut telah dilakukan terhadap 545 anak Palestina di Ghaza beberapa hari yang lalu.
Sumber: Palestine Info
1147489